Sebanyak 118 delegasi dari 66 perguruan tinggi di Indonesia berkumpul di Universitas Siliwangi dalam Workshop dan Musyawarah Nasional Forum Institusi Layanan Bahasa Perguruan Tinggi (FILBA) 2026 yang berlangsung pada 23–25 Juli 2026. Diselenggarakan oleh Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa Universitas Siliwangi bekerja sama dengan FILBA, kegiatan ini mengangkat tema Bridging Borders: The Strategic Role of Language Centers in Campus/University Internationalization, sebagai upaya memperkuat peran pusat bahasa dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.
Workshop Nasional FILBA merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan secara bergilir oleh institusi anggota FILBA. Tahun ini menjadi momentum yang istimewa karena bertepatan dengan berakhirnya masa bakti Pengurus Nasional FILBA periode 2022–2026. Oleh karena itu, selain workshop, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Musyawarah Nasional untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru periode 2026–2030.

Ketua Panitia, Ginanjar, S.Pd., mengatakan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Siliwangi sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi seluruh panitia. Hal tersebut juga merupakan bukti konkret kesiapan Universitas Siliwangi dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Universitas Siliwangi atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan, kepada Ketua Pengurus Nasional FILBA periode 2022–2026 sekaligus Kepala UPA Bahasa Universitas Siliwangi, Dr. Soni Tantan Tandiana, atas arahan selama proses persiapan, serta kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

Suasana pembukaan yang dihadiri jajaran pimpinan Universitas Siliwangi berlangsung semarak dan khidmat dengan penampilan tari tradisional dan gamelan dari UKM Karawitan Universitas Siliwangi yang menyambut para peserta. Sebuah upaya mengenalkan keragaman seni yang ada di Universitas Siliwangi dan Tasikmalaya. Kisah Mak Eroh yang diangkat dalam tarian pun, secara tidak langsung mengenalkan sejarah tokoh perempuan Tasikmalaya yang berjuang membangun saluran irigasi di lereng Galunggung. Setelah sambutan Ketua Pengurus Nasional FILBA, kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Siliwangi, Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU., ASEAN Eng., melalui prosesi pemukulan gong.

Sesi workshop menghadirkan narasumber dari institusi nasional dan internasional yang membagikan perspektif mengenai penguatan peran pusat bahasa dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi. Dr. Limala Ratri Sri K., M.Pd., Deputi Direktur Program SEAQIL, membuka sesi melalui materi Bridging Borders: The Strategic Role of Language Center in Campus/University Internationalization. A Regional Perspective from SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL). Prof. Sisilia Setiawati Halimi, S.S., M.A., Ph.D., Guru Besar Universitas Indonesia, menyampaikan materi The Role of Language Centre in the Internationalization of Education. Perspektif kedua materi kemudian diperkaya oleh Richard Stevenson, Quality Assurance & Professional Development Manager National ELT Accreditation Scheme (NEAS), bersama Gita Nasution, Country Representative NEAS Indonesia. Keduanya membawakan materi Strengthening Graduate Profiles through SKPI, International Recognition and Quality Enhancement.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan workshop. Diskusi yang dipandu oleh salah satu dosen Universitas Siliwangi, Wildan Nurul Aini, M.Pd., berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan pertukaran pengalaman antarinstitusi layanan bahasa. Rangkaian workshop juga dilengkapi dengan sesi Best Practice yang memberikan ruang bagi sejumlah anggota FILBA untuk mempresentasikan inovasi dan pengalaman dalam mengembangkan layanan bahasa di perguruan tinggi masing-masing. Forum tersebut menjadi wadah pembelajaran bersama sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di antara institusi anggota FILBA.
![]()
![]()
![]()


Seusai workshop, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional FILBA. Agenda meliputi sidang pleno, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, sidang komisi, hingga pemilihan Ketua dan Pengurus Nasional FILBA periode 2026–2030. Melalui mekanisme musyawarah dan pemungutan suara, peserta menetapkan Lusia Marliani Nurani, Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung sebagai Ketua Pengurus Nasional FILBA periode 2026–2030.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan Cultural Visit: Tasikmalaya Heritage & Jeep Tour Galunggung. Sebuah kegiatan yang mengajak peserta mengenal kekayaan budaya, sejarah, dan potensi wisata alam Tasikmalaya. Suasana yang lebih santai dimanfaatkan peserta untuk mempererat jejaring sekaligus melanjutkan diskusi mengenai peluang kerja sama antarinstitusi.


Keberhasilan penyelenggaraan Workshop dan Musyawarah Nasional FILBA 2026 mendapat apresiasi dari berbagai institusi anggota FILBA. Tim UPA Bahasa Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado menyampaikan penghargaan kepada panitia dan Universitas Siliwangi atas pelayanan yang dinilai profesional, hangat, dan penuh perhatian selama kegiatan berlangsung. Ucapan selamat juga disampaikan kepada kepengurusan FILBA periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Dr. Lusia M. Nurani, disertai harapan agar FILBA semakin maju dalam mengembangkan layanan bahasa di perguruan tinggi.
Apresiasi serupa datang dari Tim UPA Bahasa Universitas Riau (UNRI). Mereka mengaku terkesan dengan sambutan hangat, koordinasi panitia yang baik, serta suasana kekeluargaan yang tercipta sejak hari pertama hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Pengalaman tersebut dinilai semakin memperkuat semangat kolaborasi antarinstitusi layanan bahasa di Indonesia.
Bagi Universitas Siliwangi, penyelenggaraan forum nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran UPA Bahasa dalam pengembangan layanan kebahasaan di perguruan tinggi. Kepercayaan sebagai tuan rumah sekaligus menunjukkan kesiapan universitas dalam menyelenggarakan kegiatan akademik berskala nasional yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.





Tinggalkan Balasan