Finally! Rangkaian kegiatan Multilingua Camp 2026 resmi berakhir. Program yang diselenggarakan selama masa libur semester ini ditutup dengan tema Finally Friends: Friendship Across Cultures, sebuah penutup yang merangkum makna selama program berlangsung.
Lebih dari sekadar kelas bahasa, tema ini menegaskan bahwa belajar bahasa tidak hanya soal penguasaan kosakata atau kemampuan komunikasi. Di balik setiap aktivitas, peserta diajak membangun kepercayaan diri, kerja sama, dan persahabatan tanpa melihat perbedaan budaya. Semangat itulah yang diharapkan terus hidup, bahkan setelah Multilingua Camp usai.
Jika pada artikel-artikel sebelumnya kami banyak bercerita tentang rangkaian kegiatan, kali ini kami sampaikan suatu hal yang sedikit berbeda. Ada rasa bangga dan haru ketika Multilingua Camp 2026 dapat ditutup dengan penuh kehangatan. Antusiasme peserta menjadi energi yang menghidupkan setiap tema yang telah hadir. Bahkan, di antara 105 peserta yang berpartisipasi selama penyelenggaraan program, empat peserta memilih mengikuti seluruh rangkaian tema dengan konsistensi kehadiran yang patut diapresiasi. Hal itu menunjukkan bahwa ruang belajar yang menyenangkan akan selalu menemukan mereka yang ingin terus bertumbuh.

![]()

Tema penutup ini juga mengingatkan kita bahwa bahasa dan budaya adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Memahami sebuah bahasa berarti membuka diri pada nilai, kebiasaan, dan cara pandang masyarakat yang menghidupkannya. Gagasan tersebut diwujudkan melalui beragam penampilan yang memperkenalkan unsur budaya dari Jerman, Inggris, Jepang, dan Arab, mulai dari nyanyian, tarian, hingga fashion show. Setiap kata, kostum, dan gerakan peserta seolah menyampaikan pesan tentang bahasa yang menyatukan persahabatan di tengah keberagaman budaya.
Suasana semakin hangat ketika setiap kelompok membawakan penampilan yang diiringi lagu khas dari negara yang mereka wakili. Momen menarik, terjadi saat kelompok Jepang menyanyikan lagu “Memories”, yang populer melalui serial One Piece. Irama yang akrab di telinga peserta membuat suasana seketika pecah. Tanpa aba-aba, sebagian besar peserta bahkan para instruktur ikut bernyanyi, bertepuk tangan, dan menari bersama. Sebuah potret kebersamaan yang lahir tanpa dibuat-buat, merangkum seluruh makna dan proses belajar yang telah dilalui selama Multilingua Camp.

Menjelang penutupan, empat peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian tema diberi kesempatan menyampaikan kesan dan pesan mereka. Dengan penuh haru, mereka mengenang perjalanan selama mengikuti Multilingua Camp, mulai dari pengalaman belajar bersama para instruktur hingga berbagai aktivitas yang membuat pembelajaran bahasa terasa lebih hidup dan interaktif. Mata dan kata yang jernih adalah ungkapan jujur, tulus atas apa yang telah mereka lalui. Bagi mereka, program ini menjadi ruang bertumbuh dan berani menjelajahi dunia melalui bahasa. Lebih dari sekadar pujian, UPA Bahasa memberikan cenderamata sebagai pengingat atas ikatan yang telah terjalin.

Berakhirnya Finally Friends: Friendship Across Cultures memang menutup rangkaian kegiatan Multilingua Camp 2026. Namun, lebih dari itu, tema ini menjadi penegas bahwa setiap akhir selalu menyisakan awal yang baru. Kami berharap keberanian untuk belajar dan persahabatan yang tumbuh selama program akan terus menyertai setiap langkah peserta setelah kembali ke aktivitas masing-masing.
Finally, kami turut bahagia melihat seluruh peserta menemukan pengalaman, teman, dan berteman dengan bahasa.
Sampai jumpa di Multilingua Camp berikutnya, Friends!
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini.





Tinggalkan Balasan